Senin, 01 Juli 2013
Selasa, 04 Juni 2013
Sekapur Sirih
Assalamualaikum Wr. Wb.
Teriring salam dan doa semoga Allah SWT tetap melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Serta shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kawan-kawanku sekalian yang dimuliakan oleh Allah SWT
Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai ketua komisariat teknik, semoga saya dapat mengemban amanah tersebut dengan baik dan benar. Pada kesempatan yang sakral ini izinkan saya untuk menghaturkan beberapa hal yang menjadi buah pikir saya kepada rekan-rekan kader HMI Cabang Malang Komisariat Teknik Universitas Negeri Malang:
1. Jadikanlah tujuan HMI "Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang Bernafaskan Islam dan Bertanggungjawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil dan Makmur yang Diridhoi oleh Allah SWT" sebagai ghiroh perjuangan kawan-kawan dalam mewujudkan diri pribadi sebagai insan cita dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari diri sendiri, kemudian baru mulailah dari orang lain.
2. HMI adalah organisasi perkaderan. Mari kita laksanakan perkaderan berdasarkan pedoman perkaderan yang sudah ada dan didasari dengan tujuan yang telah tertuang dalam tafsir tujuan HMI. Artinya HMI bukanlah organisasi yang mencari massa guna menyusun kekuatan politik kekuasaan. Namun yang perlu kawan-kawan pahami adalah bagaimana kehadiran HMI mampu meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap insan sesuai apa yang termaktub dalam tujuan HMI.
3. Menumbuhkembangkan pilar kebudayaan intelektual merupakan suatu kebutuhan pokok dalam sendi-sendi keintelektualan guna mengembangkan dan meningkatkan kualitas setiap kader. Maka dari itu mari kita bangun budaya membaca, menulis, dan diskusi di komisariat teknik tercinta. Dan yang terpenting, mari kita bangun HMI Cabang Malang Komisariat Teknik Universitas Negeri Malang semakin lebih baik dari hari ke hari. aammiinn.
Yakin Usaha Sampai Kawan
Perjuangan yang mulia
Perjuangan yang tidak akan sia-sia
Perjuangan kita
Perjuangan yang membuahkan hasil nyata
YAKUSA
Wassalamualaikum Wr. Wb.
NB: Katakan hitam adalah hitam, Katakan putih adalah putih
ku hidup ‘tuk
Oleh: Nanang Eko Saputro
ku hidup ‘tuk cari pencerahan
dari pemikiran perenungan
bukan sangkaan bahkan dugaan
dari orang mumpuni dan terbukti
secara perspektif intelektual, moral, dan sosial
Emha Ainun Nadjib misalnya
ku hidup ‘tuk memberi perlawanan
kepada tiran tirani negeri pertiwi
simbol perjuangan dan pengabdian
Indonesia Tanah Air Beta
lewat tulisan-tulisan tangan
Soe Hook Gie umpamanya
ku hidup ‘tuk menelurkan tulisan
bila ditamsilkan bak Pramodya Ananta
dalam tetraloginya
ku hidup ‘tuk hidup
hidup ku ‘tuk pencerahan
perlawanan dan tulisan
Mau Jadi Apa
Oleh: Ajir Wahyudi
Ini masih menurutku lho ... boleh setuju dengan cara berfikirku ... dan sangat boleh tidak setuju.
Kembali kepada masing-masing saja ... semuanya bebas memilih jalannya sendiri
mau jadi apa sebenarnya ... pengusaha, pejabat negara, tentara atau angkatan bersenjata atau mungkin gak perlu angkat-angkat dapat uang sejuta.
Hahahahaha ... mau apa saja sesukamu lah.
Tetapi kamu ini terlahir menjadi manusia kawan.
seberapa anda dapat memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan.
Manusia itu apa ... ?
apa saja yang menunjukan manusia sebagai manusia, yang membedakan dengan makhluk yang lain ?
apa yang harus dilakukan sebagai manusia ?
kemana manusia seharusnya ?
Kok menurutku (lagi lagi ini masih subjektifku), untuk menjadi manusia saja sepertinya tidak mudah.
menjadi seutuhnya manusia, bukan manusia jadi jadian.
Manusia yang membedakan dengan makhluk lain adalah karena manusia tersusun dari raga, akal pikir dan ruh.
Manusia yang membedakan dengan makhluk lain karena dia adalah hamba sekaligus khalifah.
binatang, tumbuhan, gunung, sungai danau yang bermuara di lautan adalah hamba yang taat tetap mereka bukan khalifah, " tetapi meskipun mereka bukan khalifah, tetap saja kita harus mau belajar pada mereka ". Tentang kesetiaan, ketaatan, harmoni dan ketulusan memberi tanpa menuntut.
Manusia ini bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan seluruh alam semesta.
lalu ... mau jadi apa ... selanjutnya
Senin, 03 Juni 2013
Menunggu Jibril Berkata : "Puasa Tahun Ini Dibatalkan"
Oleh: Nanang Eko Saputro
Bayangkan jika tiba-tiba Ramadhan dibatalkan. Bagaimana rasa yang muncul di jiwa? Merasa kehilangan, ataukah malah merasa bahagia? (Rifa'i, 2011:19)
Apa yang ada di pikiran kawan-kawan ketika hal tersebut benar-benar terjadi?.
Apakah Tuhan telah lelah untuk berpuasa?
Kalau dalam perspektif Emha dalam bukunya yang berjudul Tuhan pun Berpuasa, bawasannya yang berpuasa itu tidak hanya manusia saja, Tuhan pun sebenarnya berpuasa malahan setiap saat setiap tahun. Pemikiran yang out of box kalau direlevansikan ke dalam dunia jurnalistik.
Apakah Tuhan sudah ingin ber-idhul fitri setelah sekian lama berpuasa? sehingga menugaskan Jibril untuk berkata : "Puasa Tahun Ini Dibatalkan".
Daftar Rujukan:
1. (Rif,an, Ahmad Rifa'i. 2011. Menggapai Malam Lailatul Qadar. Jakarta: PT Elex Media komputindo)
Bidang KP
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Keuangan Dan
Perlengkapan
a. Menyusun anggaran
dan pengeluaran untuk satu periode dan untuk setiap satu semester.
b. Mengelola
sumber-sumber penerimaan organisasi sesuai dengan ketentuan organisasi yang
berlaku.
c. Menyelenggarakan
administrasi keuangan untuk setiap penerimaan dan pengeluaran komisariat berdasarkan pedoman administrasi keuangan
yang disusun untuk keperluan ini.
d. Melakukan
usaha-usaha yang dapat mendorong seluruh aparat HMI untuk meningkatkan sumber
dana intern khususnya dari iuran anggota.
e. Mengatur dan
mengurus pengamanan, pemeliharaan, perbaikan dan penambahan perlengkapan
organisasi dengan:
1. Setiap kali
mengadakan kontrol terhadap pemakaian peralatan organisasi.
2. Mengusahakan
penambahan perlengkapan organisasi sesuai atau tidak dengan kebutuhan
organisasi.
3. Menyusun daftar
inventarisasi organisasi.
4. Mengatur perawatan
dan pemeliharaan seluruh perlengkapan organisasi.
5. Mengatur dan
mengurus kebersihan dan keindahan gedung halaman perkantoran.
Bidang AK
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Administrasi dan Kesekretariatan
a.
Melakukan pengaturan tata-cara pengelolaan surat menyurat
yang meliputi:
1.
Penyelenggaraan pemrosesan surat masuk.
2.
Penyelenggaraan pemrosesan surat keluar
3.
Penyelenggaraan pemrosesan konsep surat keluar
4.
Penyelenggaraan pengetikan dan pengadaan surat.
5.
Penyelenggaraan pengaturan administrasi pengarsipan.
6.
Penyelenggaraan pengaturan pengarsipan surat.
b.
Melakukan pengumpulan, pencatatan pengolahan, penyusunan,
dan pemeliharaan dokumentasi organisasi, bahan-bahan yang berkenaan dengan intern
dan ekstern organisasi
c.
Mengatur penyelenggaraan produksi atau reproduksi dari
dokumentasi organisasi yang perlu disampaikan kepada seluruh aparat HMI.
Bidang PP
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Pemberdayaan Perempuan
a.
Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan
kualitas HMI-wati sesuai dengan tingkat perkembangan dunia kewanitaan khususnya
dalam masyarakat umum.
b.
Mengangkat topik-topik kewanitaan di diskusi-diskusi
komisariat.
c.
Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong
KOHATI untuk melakukan sosialisasi organisasi dan pembinaan terhadap personalia
KOHATI dalam:
1.
Meningkatkan pengetahuan dan penghayatan anggota terhadap
fungsi dan peranan KOHATI sebagai badan khusus HMI.
2.
Mendorong HMI-wati untuk mengikuti training-training baik
training umum maupun khusus.
3.
Meningkatkan komunikasi antara KOHATI dengan aparat HMI
dan alumni.
Bidang KPP
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan
Profesi
a.
Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan
profesionalisme anggota tingkat komisariat, serta melakukan pengawasan terhadap
kajian dan program aksi sosial dan aktivitas yang diselenggarakan oleh anggota
komisariat.
b.
Melakukan penilaian dan penelitian baik secara kualitatif
maupun kuantitatif atas program-program aksi sosial atau aktifitas pengembangan
profesi yang diselenggarakan oleh anggota komisariat.
c.
Mengusahakan tindak lanjut sari setiap aktifitas anggota
komisariat atas hasil penilaian dan penelitian atas pelaksanaan program/aksi di bidang pengembangan
profesi yang diselenggarakan oleh anggota komisariat.
d.
Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan
yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas dan kuantitas
pelaksanaan aktifitas anggota.
e.
Menyelenggarakan kegiatan
lain yang dapat menunjang upaya pembinaan anggota komisariat di bidang
pengembangan profesi.
Bidang PTKP
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan Dan Kepemudaan
Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan Dan Kepemudaan
a.
Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang
partisipasi anggota dan alumni HMI di lingkungan komisariat (fak/PT) aktifitas
diskusi kelompok, grup pelajar tutor tiap disiplin ilmu yang ada di PT.
b.
Melakukan kegiatan yang dapat mendorong anggota dan
alumni komisariat (fak/PT) mengikat kehidupan beragama antara lain:
1.
Memprakarsai kegiatan-kegiatan agama (Islam) di
lingkungan kampus.
2.
Meningkatkan efektivitas kehidupan Masjid kampus
3.
Melakukan diskusi-diskusi untuk meningkatkan konsep Islam
tentang berbagai seri kehidupan masyarakat.
c.
Melakukan kegiatan yang menunjang partisipasi anggota dan
alumni komisariat (fak/PT) bersangkutan dalam mewujudkan kehidupan kampus
umumnya di dunia kemahasiswaan di lingkungan komisariat.
d.
Melakukan aksi penelitian dalam lapangan disiplin ilmu
masing-masing dengan melibatkan anggota dan alumni sebagai upaya relasi tri
dharma perguruan tinggi.
Bidang P3A
Wewenang dan Tanggungjawab Kerja Pengurus Komisariat
Bidang Penelitian, Pengembangan Anggota Dan Pembinaan Anggota
Bidang Penelitian, Pengembangan Anggota Dan Pembinaan Anggota
a.
Meyelenggarakan pembinaan anggota komisariat dengan
melakukan pengawasan terhadap training maupun aktivitas yang diselenggarakan
oleh anggota komisariat.
b.
Melakukan penelitian dan penilaian beik dari segi program
maupun edukatif terhadap aktifitas anggota maupun aktifis yang diselenggarakan
oleh komisariat.
c.
Mengusahakan tindak lanjut dari setiap aktivitas anggota
komisariat atas hasil penilaian pelaksana aktivitas sebelumnya yang dilaksanakan
anggota maupun komisariat.
d.
Menyelenggarakan proyek-poyek kerja yang memberikan
dampak positif bagi peningkatan kualitas dan kuantitas aktifitas anggota
seperti diskusi pengembangan kelembagaan perkaderan, kurikulum aktifitas dan
metode training dan sebagainya.
e.
Menyelenggarakan kegiatan lain yang dapat menunjang upaya
pembinaan anggota komisariat, training-training latihan-latihan.
SEKILAS TENTANG HMI KOMSTEK
A. PROFIL
HMI KOMSTEK UM
HIMPUNAN
MAHASISWA ISLAM CABANG MALANG KOMISARIAT TEKNIK UM (HMI KOMSTEK UM) merupakan
salah satu organisasi berbasis keislaman yang diarahkan pada Pembentukan Integritas Watak dan Kepribadian.
Yakni kepribadian yang terbentuk sebagai pribadi muslim yang menyadari
tanggungjawab kekhalifahannya dimuka bumi, sehingga citra akhlakul karimah
senantiasa tercermin dalam pola pikir, sikap, dan perbuatannya. Pengemban Kualitas Intelektual. Yakni
segala usaha pembinaan yang mengarah pada penguasaan dan pengembangan ilmu (sains) pengetahuan (knowledge) yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai Islam. Pengembangan Kemampuan Profesional. Yakni
segala usaha pembinaan yang mengarah kepada peningkatan kemampuan
mentransformasikan ilmu pengetahuan ke dalam perbuatan nyata sesuai dengan
disiplin ilmu yang ditekuninya secara konsepsional, sistematis dan praktis
untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal sebagai perwujudan amal shaleh.
Usaha mewujudkan ketiga aspek harus terintegrasi secara utuh sehingga kader HMI
benar-benar lahir menjadi pribadi dan kader Muslim-Intelektual-Profesional,
yang mampu menjawab tuntutan perwujudan masyarakat adil makmur yang diridhoi
Allah SWT.
HMI
KOMSTEK berada di Malang (Jl.Sumbersari Gang V/473 Malang) berdiri pada tahun
1973 pendirinya Prof. Dr. H. A. Sonhadji KH, M. A. adalah seorang ahli di
bidang Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Teknik serta sekarang menjadi dosen
Jurusan Teknik mesin, Dosen Progam Pasca Sarjana, Menjabat fungsional akademik
Guru Besar UM dilahirkan di Malang pada tanggal 09 Desember 1945.
HMI
KOMSTEK merupakan organisasi mahasiswa yang mencetak pemimpin-pemimpin yang
bertanggungjawab dan bermartabat seperti ada pada tugas HMI yaitu membina
pribadi muslim untuk mencapai akhlaqul karimah. Mengembangkan potensi kreatif,
keilmuan, social dan budaya. Mempelopori pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bagi kemaslahatan masa depan umat manusia. Memajukan kehidupan umat
dalam mengamalkan Dienul Islam dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah sesame umat Islam sedunia.
Berperan aktif dalam dunia kemahasiswaan, perguruan tinggi dan kepemudaan untuk
menopang pembangunan nasional.
Tujuan
HMI KOMSTEK UM adalah Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang
Bernafasan Islam dan Bertanggungjawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur
yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mars HMI
Bersyukur
Dan Ikhlas
Himpunan
Mahasiswa Islam
Yakin
Usaha Sampai
Untuk
Kemajuan
Hidayah
Dan Taufik
Bahagia
HMI
Berdoa
Dan Ikrar
Menjunjung
Tinggi Syiar Islam
Turut
Qur’an Dan Hadist
Jalan
Keselamatan
Ya Allah Berkati
Bahagia
Hmi
MARS
KOHATI
Wahai
HMI-Wati semua
Sadarlah
kewajiban mulia
Pembina,
pendidik tunas muda
Tiang
negara jaya
Himpunkan
kekuatan segera
Jiwai
semangat pahlawan
Tuntut
ilmu serta amalkan
Untuk
kemanusiaan
Jayalah
KOHATI
Pengawal
panji Islam
Derapkan
langkah perjuangan
Kuatkan
Iman
Majulah
tabah HMI-Wati
Harapan
bangsa
Membina
masyarakat Islam Indonesia.
ARTI LAMBANG HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
1.
Bentuk huruf alif :
¨
Sebagai huruf hidup, lambang optimis
kehidupan HMI.
¨
Huruf alif merupakan angka 1 (satu) lambang
tauhid, dasar / semangat HMI
2.
Bentuk perisai :
Lambang kepeloporan HMI.
3.
Bentuk jantung :
Jantung adalah pusat kehidupan manusia,
lambang fungsi perkaderan HMI.
4.
Bentuk pena :
Melambangkan bahwa HMI organisasi
mahasiswa yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
5.
Gambar bulan bintang :
Lambang kejayaan ummat Islam seluruh
dunia.
6.
Warna hijau:
Lambang keimanan dan kemakmuran.
7.
Warna hitam:
Lambang ilmu pengetahuan.
8.
Keseimbangan warna hijau dan hitam :
Lambang keseimbangan, esensi kepribadian
HMI.
9.
Warna putih :
Lambang kemurnian dan kesucian perjuangan
HMI.
10. Puncak
tiga :
¨
Lambang Iman, Islam dan Ikhsan.
¨
Lambang Iman, Ilmu dan Amal.
11. Tulisan
HMI :
Kependekan dari Himpunan Mahasiswa Islam
SEJARAH BERDIRINYA Korps HMI-WAti (KOHATI)
I. Latar
Belakang/Sejarah KOHATI
Dalam
teater kemanusiaan, diskursus mengenai perempuan sudah ada sejak manusia itu
dilahirkan, baik status, tugas, juga hak dan kewajiban. Perkembangan pemikiran
seiring dengan paradigma masyarakat pada masanya (gradual), begitu dalam dengan
masalah perempuan. Pada awalnya tugas dan peranan perempuan berada pada bidang
mengurusi anak, rumah dan sekitarnya (domestik) kemudian kini mulai merambah
pada sektor publik. Isu marginalisasi satu jenis dari lainnya serta beberapa
perilaku ketidak adilan menjadi headline pembicaraan masyarakat. Begitu pula
halnya dengan Himpunan mahasiswa Islam (HMI). Sejak berdirinya, kontribusi
besar perempuan sudah nampak. Hal itu dapat dilihat pada sosok dan peran aktif
dua orang hawa yaitu Maesaroh Hilal dan Siti Zaenah1 yang secara struktural
terlibat dalam kepengurusan (Maesaroh Hilal bendahara II). Kemudian menyusullah
HMI-Wati lainnya seperti Tejaningsih, Siti Baroroh Bried, dan Tujimah. Mereka
adalah inang – inang pengasuh HMI pada awal kelahiran KOHATI.
Potensi
HMI-wati di HMI sangat besar. Selama ini kaum wanita dalam HMI hanya sebagai
objek dari pengkaderan HMI. Masalah- masalah kewanitaan di HMI semula kurang
mendapat porsi pengarapan secara wajar. Kegiatan HMI -wati hanya di tampung
dalam bentuk seksi atau departemen keputrian. Akhirnya timbul kesadaran bahwa
potensi HMI wati perlu ditingkatkan dari sekedar objek menjadi subjek, Sehingga
mereka dapat mengembangkan diri secara khusus untuk merespon perkembangan dan
aktivitas KOHATI, 3 bulan menjelang kongres ke 8-HMI 1966, Pengurus besar HMI
dengan surat keputusan No. 239 / A/ Sek / 1966, tertanggal 11 Juni 1966
membentuk Corps HMI wati. Untuk sementara Corps ini di bentuk pada tingkat
cabang, komisariat dan rayon dengan status semi otonom. Pembentukan KOHATI
secara nasional di realisir pada Munas I KOHATI dalam kongres ke 8 HMI di
Surakarta, 10 - 17 september 1966.
Konstitusi
yang mengatur KOHATI dituangkan dalam Peraturan Dasar KOHATI. Bab II pasal 5
peraturan dasar tertera tujuan KOHATI, yaitu “meningkatkan kualitas dan peranan
HMI wati dan perjuangan untuk mencapai tujuan HMI pada umumnya dan bidang
kewanitaan khususnya. “status KOHATI semi otonom dalam struktur HMI. KOHATI
mempunyai struktur kepengurusan vertical dari PB sampai ke cabang –cabang,
komisariat dan rayon HMI. Seperti dilaporkan PB HMI, bahwa perkembangan KOHATI
sangat cepat, karena HMI sebagai induknya sudah ada di berbagai cabang,
komisariat, rayon di Indonesia, di samping KOHATI berstatus semi otonom. Pada
usianya yang kedua setengah tahun, KOHATI berhasil membentuk70 cabang dari 110
cabang HMI.
Dari
perkembangan ini, di beberapa tempat timbul konflik organisatoris disebabkan
adanya penyempurnaan organisasi KOHATI. Konflik tersebut timbul karena HMI
kurang mampu mengelola oragnisasi dengan baik, sehingga KOHATI terdorong ke
arah sikap - sikap yang ekslusif. Hal inipun diakui KOHATI sendiri. Akibatnya,
di beberapa cabang terjadi “salah tindak” dan “salah pengertian “ antara HMI
wan dan HMI wati yang menimbulkan penilaian negatif terhadaap KOHATI, seperti
anggapan bahwa HMI wati mengalami eklusifisme dan sentrafugalisme. Akibatnya,
HMI mengangap KOHATI ingin melepaskan dari HMI, Sementara kohati sendiri seolah
olah seperti di lepaskan dari HMI, ini semua terjadi karena kurangnya
koordinasi HMI. Untuk mengantisipasi persoalan persoalan yang timbul,
dilakukanperbaikan mekanisme organisasi baik mikro maupun makro. Komunikasi
timbal balikantara KOHATI dengan HMI, dan komunikasi antar sesama aparat KOHATI
ditingkatkan. Juga dilakukan pembinaan personil KOHATI secara kuantitatif
maupun kualitatif melalui pengkaderan khusus HMI wati. Sementara itu, di forum
– forum ekstern, peranan KOHATI cukup menentukan baik dalam KAWI. BMPII, GOWI
maupun koordinasi wanita sektor Golkar.
Kongres
ke -9 HMI di Malang, 3-10 Mei 1969 mengubah Pedoman Dasar KOHATI menjadi
pedoman KOHATI. Dalam pedoman KOHATI, tujuan KOHATI ditiadakan. Statusnya
berubah dari semi otonom menjadi KOHATI sebagai aparat HMI berbentuk Korps,yang
secara operasional menjadi salah satu departemen dalam jabatan struktural HMI.
Struktur organisasi kembali pada bentuk semula, berdiri secara vertikal
mulaidari PB HMI, cabang, komisariat dan rayon. Pedoman KOHATI yang baru
mengatur bahwa struktur KOHATI ada di jabatan struktural tingkat KOHATI PB,
cabang, badko, dimana ada badko HMI. Sedangkan KOHATI di korkom, komisariat,
rayon di bentuk jika diperlukan.
Ada
dua alasan yang paling mendasar membuat KOHATI didirikan yaitu:
1.
Secara internal, departemen keputrian yang
ada pada waktu itu sudah tidak mampu lagi menampung aspirasi para kader
HMI-Wati, disamping basic-needs anggota tentang berbagai persoalan perempuan
kurang bisa di fasilitasi oleh HMI.
Dengan hadirnya sebuah institusi yang secara spesifik menampung aspirasi
HMI-Wati juga diharapkan HMI-Wati secara internal memiliki keleluasaan untuk
mengatur diri mereka sendiri dan lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan
organisasi yang muncul dari basic-needs anggotanya sendiri yaitu kader
HMI-Wati.
2.
Secara eksternal, HMI mengalami tantangan
yang cukup pelik dikaitkan dengan hadirnya lawan ideologis HMI yaitu komunis
yang masuk melalui pintu gerakan perempuan (GERWANI). Selain itu maraknya
pergerakan perempuan yang ditandai dengan munculnya organisasi perempuan dengan
berbagai fariasi bentuk ideologi, pilihan isu, maupun strategi gerkannya
membuat HMI harus merapatkan barisannya dengan cara terlibat aktif dalm kancah
gerakan perempuan yang berbasis organisasi perempuan.
Atas
dasar pertimbangan itulah pada tanggal 17 September 1966 M bertepatan dengan 2
Jumadil Akhir 1386 H pada Kongres VII di Solo dideklarasikan KOHATI. Terpilih
sebagai Ketua Umum KOHATI pertama waktu itu adalah Anniswati Rokhlan
(Pembahasan
tentang sejarah, dilaksanakan tersendiri dalam Bedah Pedoman Dasar KOHATI, materi sejarah).
II.
Tafsir Tujuan KOHATI
Terbinanya
muslimah yang berkualitas insan cita Sebuah organisasi diperlukan tujuan yang
jelas, sehingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat
dilaksanakan dengan teratur dan terarah. KOHATI merupakan sebuah lembaga yang
ide dasar pembentukannya dilandaskan pada kebutuhan akan pengembangan misi HMI
secara luas, serta kebutuhan akan sebuah wadah pembinaan untuk anggota HMI-Wati
karena kualitas peranan HMI- WATI harus di tingkatkan. Oleh karena itu KOHATI
merumuskan tujuannya, yaitu Terbinanya Muslimah yang berkualitas insan cita.
Artinya tujuan KOHATI tersebut KOHATI memposisikan dirinya sebagai bagian yang
ingin mencapai tujuan HMI (lima kualitas insan cita) namun ia berspesialisasi
pada pembinaan anggota HMI-WATI untuk menjadi muslimah kualitas insan cita.
Pembinaan KOHATI di tujukan untuk peningkatan kualitas dan peranannya dalam
wacana keperempuanan (bukan hanya di KOHATI saja) untuk dapat menjalankan
peranannya dengan baik, KOHATI harus membekali dirinya dengan terus
meningkatkan kualitasnya sehingga ia mencapai kualifikasi kader HMI-Wati.
III.
Tafsir Status KOHATI
Status
dalam sebuah lembaga merupakan:
− pengakuan
dan petunjuk tentang eksistensi lembaga tersebut.
− petunjuk
dimana sebuah lembaga berspesialisasi.
Pasal
4 Status :
a) KOHATI
merupakan salah satu badan khusus HMI (AD HMI Ps.14 ART Ps. 58)
b) Secara
struktural pengurus KOHATI ex officio pimpinan HMI diwakili oleh Ketum, Sekum,
Bendum, dan Kabid-kabid.
“Status
sebagai Badan khusus di bidang kewanitaan”
Mengandung
makna yang penting akan spesialisasi membina anggota HMI-Wati untuk menjadi
Muslimah Insan Cita. Spesialisasi dibidang kewanitaan: menunjukkan bahwa
perkembangan permasalahan perempuan di masyarakat perlu direspon HMI. Respon
ini didasarkan pada kenyataan bahwa kondisi sosio cultural masyarakat yang
menempatkan perempuan pada posisi yang defensif dan periferial.
Defensif :
Ketergantungan
Periferial : Second Life ( Makhluk kedua )
Maka
dalam pengkaderan, KOHATI ujung tombak untuk mengantisipasi dan mempelopori
terjawabnya persoalan perempuan. HMI sebagai organisasi kader, bertanggungjawab
untuk menciptakan iklim yang kondusif dan harmonis dalam upaya pemberdayaan
perempuan melalui proses perkaderannya. Yang menjadi sasaran KOHATI dalam
melakukan pemberdayaan tersebut adalah anggotanya yaitu HMI-Wati.
IV.
Tafsir Sifat KOHATI
Pasal
5 : Sifat
Sifat
dalam sebuah organisai menunjukkan:
− watak
atau karakteristik
− pembeda
antar lembaga.
Perbedaan
tersebut dimaksudkan sebagi salah satu taktik dan strategi dalam berjuang
sebagai organisasi. Penjelasan Sifat KOHATI bersifat semi otonom ini
menunjukkan sebagai sub-sistem dalam perjuangan HMI
Latar
belakang
−
HMI mengakui adanya kesamaan, kemampuan
maupun kesempatan antara anggota HMI baik perempuan dan laki-laki.
−
Masyarakat kita masih menempatkan organisasi
sebagai alat yang paling efektif untuk menyahuti berbagai persoalan dalam upaya
pencapaian tujuannya.
Semi
otonom merupakan mekanisme operasional KOHATI dalam menjalankan aktivitas, baik
intern maupun ekstern. Hal tersebut secara keseluruhan diekspresikan dalam
struktur organisasi HMI, dimana KOHATI diwakili oleh Ketum, Sekum, Bendum, dan
kabid - kabid masuk dalam struktur kepengurusan HMI ditingkatannya. Inilah yang
dinamakan pengurus KOHATI ex officio pengurus HMI. Konsekwensi dari struktur
tersebut, menjadikan keberadaan KOHATI jelas sebagai badan khusus HMI, karena setiap
pengambilan keputusan maupun kebijaksanaan HMI dan KOHATI diputuskan secara
bersama-sama dalam mekanisme HMI. Jika digambarkan maka:
− Diputuskan
secara bersama dalam mekanisme HMIpengambilan keputusan
− Kebijaksanaan
HMI dan KOHATI OTONOMISASI
KOHATI
dibidang intern pada bentuk aktivitas pengembangan kualitas Kader HMI-Wati.
Oleh karena itu sifat semi otonomi menunjukkan bahwa kebesaran KOHATI
tergantung pada sejauh mana interaksi, koordinasi dan komunikasi antara seluruh
jajaran kepengurusan HMI disemua tingkatan.
V.
FUNGSI DAN PERAN
Pasal
6 PDK
− KOHATI
berfungsi sebagai wadah peningkatan dan pengembangan potensi kader HMI dalam
bidang kewanitaan.
− Wadah
aktualisasi dan pemacu seluruh potensi perempuan
Pembinaan
− Akhlak
− Intelektual
− Keterampilan
− Kepemimpinan
− Keorganisasian
− Keluarga
sejahtera
− Beberapa
kualitas lain yang menjadi kebutuhan anggota
Maksud
dan tujuan:
Mempersiapkan
kader HMI agar mampu berperan secara optimal sebagai pencetak muslimah sejati
yang memperjuangkan nilai-nilai keIslaman dan keIndonesiaan. KOHATI sebagai
sebuah wadah merupakan alat pencapaian tujuan HMI oleh karenanya Keberhasilan
KOHATI ditentukan oleh:
−
Anggota, didukung oleh perangkat dan
mekanisme-mekanisme HMI
−
Dimanfaatkan dan sangat mempengaruhi
kualitas aparat kepengurusan
Peran
Pasal
7 : KOHATI berperan sebagai pencetak muslimah sejati, pelopor dalam pembangunan
bangsa. Operasional dari fungsi diwujudkan dalam dua aspek
1. Aspek
Internal:
KOHATI
sebagai wadah/ media latihan bagi para HMI-wati untuk membina, mengembangkan
dan meningkatkan potensi serta kualitasnya dalam bidang kewanitaan khususnya
menyangkut kodrat kemanusiaannya, dan bidang sosial kemasyarakatan umumnya
melalui Pendidikan, Penelitan, Pelatihan, Dll.
2. Aspek
Eksternal:
−
KOHATI pembawa missi HMI disetiap forum
kewanitaan.
−
Memperluas keberadaan HMI di semua aspek
kehidupan
−
KOHATI adalah wadah aktualisasi dan pemacu
seluruh potensi-potensi wanita/HMI-wati dalam mengejar kesenjangan
−
Mendorong HMI wati untuk berinteraksi secara
optimal.
VI.
ATRIBUT KOHATI
Pasal
24
a. Yang
termasuk dalam atribut KOHATI atau mars KOHATI, badge KOHATI serta busana
KOHATI
b. Bentuk,
penjelasan penggunaan atribut KOHATI dibuat tersendiri dan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari pedoman ini.
1. Penggunaan
Badge KOHATI
a) Pada
acara seremonial/resmi KOHATI dan acara resmi organisasi
b) Tidak
dibenarkan dipakai pada acara resmi yang bersifat ksternal/diluar HMI
2. Bentuk
gambar badge KOHATI
Badge
KOHATI adalah lambang KOHATI yang pemakaiannya di baju dengan perbandingan
ukuran 2:3
Makna lambang KOHATI:
A. Bulan bintang, warna hijau, warna hitam,
keseimbangan warna hijau
dan hitam,
warna putih, puncak tiga. Maknanya sebagaimana yang tercantum dalam lambang HMI.
B. Melati berarti lambang kasih sayang yang suci dan tulus.
C. Penyangga berarti lambang perempuan sebagai tiang Negara.
D. Buku terbuka berarti lambang Al-Quran sebagai dasar utama.
E. Tiga kelopak bunga berarti lambang tri darma
perguruan tinggi.
F. Tulisan KOHATI berarti singkatan Korps-HMI-Wati.
Langganan:
Postingan (Atom)




